Flame of Recca chapter 3

maaf nich lama ga upload lanjutannya manga flame of recca..maklumlah kemaren-kemaren lagi sibuk ama urusan UN

singkat posting gag usah lama-lama langsung saja download flam of recca chapter 3 bahasa indonesia:

Flame of Recca chapter 3

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangkrik Cilik


Gelap ini tak kuasa aku menahan suara itu.


Suara-suara jangkrik yang mendobrak telingaku.

Si jangkrik tua & anaknya yang bergulat nyanyian tentang keadilan.

Sedangkan aku, si jangkrik cilik adik dari kakaknya

hanya membisu tak mengerik takut salah lirik

Smakin gelap smakin lantang suara mereka
menggrogoti hening malam

jangkrik cilik tak mengerik,
takut salah lirik.

Jangkrik cilik tak mengerik. . .
Tak ingin menambah pilu si tua

Jangkrik cilik kini mengerik

bukan mulutnya. . .

Melainkan air matanya. . .

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menghukum Tanpa Kekerasan

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi)


Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tidak heran bila Arun dan dua saudara perempuannya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari ayah Arun meminta Arun untuk mengantarkan ayahnya ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan Arun sangat gembira dengan kesempatan ini. Tahu bahwa Arun akan pergi ke kota, ibunya memberikan daftar belanjaan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, ayahnya juga minta untuk mengerjakan pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama. ". Segera Arun menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ayahnya.


Kemudian, Arun pergi ke bioskop, dan dia benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung Arun berlari menuju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayahnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayahnya menanyakan Arun "Kenapa kau terlambat?".

Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga dia menjawab "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu". Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau Arun berbohong.

Lalu Ayahnya berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik- baik.".

Lalu, Ayahnya dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Arun tidak bisa meninggalkan ayahnya, maka selama lima setengah jam, Arun mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayahnya hanya karena kebodohan bodoh yang Arun lakukan.

Sejak itu Arun tidak pernah akan berbohong lagi.

*Pernyataan Arun:*
"Sering kali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan."

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HEROES ATTACK

Lama gak posting nih.
kemaren-kemaren emang lagi fokus banget ke UN, isue-isue gak jelas tentang UN banyak banget diantaranya UN bakal dihapuskan, trus ada juga sistem rolling school, tapi thank banget buat guru-guru yang terus ngasih motifasi buat tetep fokes belajar dan berdoa.
tapi disamping fokus ke UN tetep ada kegiatan yang seru-seru yang gak sempet aku posting ke sisikecil.
salah satu kegiatan yang seru itu adalah ikut lomba ilustrasi.
lomba yang diadakan oleh unuversitas dian nuswantoro semarang ini bertemakan superhero dengan nama "HEROES ATTACK".

dalam lomba ini anak-anak tingkat SMA diajak berlomba menggambar tokoh superhero, tokoh super hero gak harus dari lokal maupun barat, semuanya bebas!.
dilomba ini aku agak minder dalam proses painting..hhahaha... wajarlah yang lain ja tekhnik paintingnya canggig-canggih!
walau aku gak menang tapi gak bersedih, dilomba tersebut banyak pengalaman yang bisaku tampung untuk dijadikan pelajaran.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS